KAJIAN KITAB MATAN RIYADUL BADI’AH

MAJELIS KAJIAN KITAB KUNING KEBON JAMBU

KITAB AT-THAHARAH

Hari/Tanggal: Senin, 29 Juni 2026

PEMBAHASAN:

Apa itu thaharah?

            Secara bahasa thaharah atau bersuci adalah al-khulush min ad-danas  (bersih dari kotoran) sekalipun kotoran tersebut bersifat maknawi seperti aib / cacat. Secara istilah syar’i  menghilangkan suatu larangan yang timbul yang disebabkan oleh hadats  dan najis.[1] Bentuk-bentuk thaharah di antaranya:

  1. Berwudhu
  2. Mandi
  3. Tayammum
  4. Menghilangkan Najis[2]

Ada dua media yang bisa digunakan untuk bersuci, yakni:

  1. Air
  2. Debu
  3. Batu
  4. Penyamak Kulit[3]

Pada dasarnya air dibagi menjadi 2 macam, sebagai berikut:

  1. Air yang turun dari langit (air hujan)
  2. Air sumberan dari dalam tanah

Jika 2 macam air ini lebih diperinci lagi, maka terbagi menjadi 7 macam air sebagai berikut:

  1. Air hujan
  2. Air laut
  3. Air sungai
  4. Air sumur
  5. Sumber mata air
  6. Air salju
  7. Air embun[4]

Yang kemudian dibagi lagi menjadi 3 jenis, sebagai berikut:

  1. Air yang suci dan mensucikan
  2. Air yang suci tapi tidak mensucikan
  3. Air yang tidak suci dan tidak mensuucikan

Nah, air yang bisa digunakan untuk bersuci hanyalah air yang suci dan mensucikan. Bukan air yang terdapat najis atau sesuatu yang suci yang larut di dalamnya. Bukan juga air yang musta’mal.

Mari kita bahas satu persatu.

  1. AIR YANG SUCI DAN MENSUCIKAN

Adalah air yang tidak terdapat najis atau sesuatu yang suci yang larut di dalamnya. Hanya air jenis ini saja yang bisa menjadi media bersuci yang sah. Air yang dimaksud adalah air mutlak. Apa itu air mutlak? Air mutlak adalah air yang tidak punya qoyid  lazim atau penamaan khusus. Misalnya air putih. Ketika air putih dipindah tempatkan ke dalam botol maka air putih tersebut berubah namanya menjadi air botol. Juga sama ketika air putih yang sama dipindah tempatkan ke dalam ember maka air putih tersebut berubah lagi namanya menjadi air ember. Begitupun seterusnya.

  • AIR YANG SUCI TAPI TIDAK MENSUCIKAN

Ada 2 jenis, sbb:

  • Mutaghoyyir

Air yang di dalamnya terdapat sesuatu yang suci. Ada 2 jenis, sebagai berikut:

  • Mukholit[5] (Larutan)

Air yang di dalamnya terdapat sesuatu yang suci yang larut bersama dengan air tersebut. Sesuatu yang suci di sini maksudnya adalah barang-barang yang bisa larut dengan air. Kita tidak bisa membedakan mana air dengan mana sesuatu yang suci yang larut tersebut. Contoh: serbuk minuman berasa, kopi, susu dan lain sebagainya. Semua contoh tersebut apabila masuk ke dalam air maka akan mengubah warna sekaligus status kemutlakan air (namanya berubah menjadi air minuman berasa, air kopi, air susu dan air lain sebagainya). Maka dari itu air tersebut berstatus suci akan tetapi tidak mensucikan

  • Mujawir (Campuran)[6]

Air yang di dalamnya terdapat campuran suci yang bisa dipisahkan dengan air tersebut dan dapat dibedakan dalam penglihatan mata telanjang antara air dan campuran itu sendiri, seperti minyak dan kayu sekalipun keduanya memberikan aroma wangi pada air tersebut. Pembahasan mujawir ini hanya untuk campuran yang tidak ada sedikitpun bagian darinya sesuatu yang larut atau terurai ke dalam air. Jika larut atau terurai maka benda tersebut dinamakan mukhalith.[7] Air tersebut (kemasukan mujawir) masih berstatus suci dan mensucikan.

                        Catatan:

Apabila air tersebut kemasukan sesuatu mukholit yang tidak bisa dihindari seperti lumpur, lumut, dan sesuatu yang ada secara alami di tempat air menggenang atau air mengalir, maka air tersebut tetap suci dan mensucikan.[8]

  • Musta’mal

Masih termasuk jenis air suci tapi tidak mensucikan. Namun, hanya terjadi di dalam kasus air yang sedikit (nanti akan ada penjelasan tentang apa itu air yang sedikit). Contoh permasalahannya air bekas wudhu dan air yang terdapat dalam kasus darah yang menempel pada pakaian yang kemudian dibasuh menggunakan air dan diperas hingga mengeluarkan air. Maka air yang keluar dari hasil perasan tersebut memiliki dua kemungkinan: Yang pertama, airnya tidak berubah (baik dari segi warna, rasa maupun aroma) atau debit  maka dihukumi air musta’mal. Yang kedua, airnya berubah (baik dari segi warna, rasa maupunn aroma) maka dihukumi air mutanajis.

  • AIR YANG TIDAK SUCI DAN TIDAK MENSUCIKAN

Adalah air yang ada najis di dalamnya. Bisa juga disebut air mutanajis.

Kemudian, air dilihat dari segi kuantitasnya terbagi menjadi 2, yakni:

  1. Air Sedikit

Adalah air yang volumenya kurang dari dua qullah ( 216.000 cm3)[9]. Apabila air sedikit kejatuhan najis tapi tidak sampai mengubah tiga aspek penting (warna, rasa atau aroma) maka tetap dihukumi mutanajis. Hukum mutanajiis ini akan hilang ketika ditambahkan air sampai melebihi 2 qullah dan tiga aspek penting (warna, rasa atau aroma) kembali seperti semula.

  • Air Banyak

Adalah air yang pas atau lebih dari volume dua qullah (216.000 cm3). Apabila air banyak kejatuhan najis tapi tidak mengubah tiga aspek penting (warna, rasa atau aroma) maka hukumnya tetap suci mensucikan. Berbeda apabila salah satu atau kesemua dari tiga aspek penting (warna, rasa atau aroma) ini berubah maka air tersebut dihukumi air mutanajis). Cara mengilangkan hukum mutanajis ini mudah. Yakni dengan cara menambahkan atau mengurangi air (dengan syarat tetap seukuran 2 qullah) yang kemudian tiga aspek penting warna, rasa atau aroma) tersebut kembali seperti semula. Cara demikian juga merupakan cara penghilangan hukum mutanajis dari air mutaghoyir.

Catatan:

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana hukum benda cair yang kejatuhan najis? Kita beri contoh mentega. Ketika ada mentega yang kejatuhan najis (yang tidak bisa dilihat oleh mata orang normal) atau bangkai hewan yang tidak mempunyai darah (seperti cicak atau kalajengking) dan tidak merubah tiga aspek penting (warna, rasa atau aroma) maka benda tersebut tidak menjadi najis. Begitu juga dengan air sedikit, apabila ada air sedikit yang kejatuhan najis najis (yang tidak bisa dilihat oleh mata orang normal) atau bangkai hewan yang tidak mempunyai darah (seperti cicak atau kalajengking) dan tidak merubah tiga aspek penting (warna, rasa atau aroma) maka air tersebut tidak menjadi najis.


[1]شرح رياض البديعة  ص ۱۴

والطهارة لغة الخلوص من الدنس ولو معنويا كالعيوب و شرعا زوال المنع الناشئ عن الحدث الخبث فيدخل في ذلك غسل المجنونة و الذمية لتحلا لحليلها المسلم

[2] فتح القريب المجيب ص ۳

منها قولهم: فعل ما تستباح به الصلاةُ، أي من وضوء وغسل وتيمم وإزالة نجاسة.

[3] حاشية الباجوري ص ۲۵

و اما وسالئلها فهي اربعة ايضا الماء و التراب و حجر الاستنجاء و الدابغ

[4] فتح القريب المجيب ص ۳

(المياهُ التي يجوز) أي يصحُّ (التطهير بها سبعُ مِياه: ماءُ السماءِ) أي النازل منها، وهو المطر

(وماء البحر) أي الملح، (وماءُ النهر) أي الحلو (وماء البئر، وماء العين، وماء الثلج، وماء البرد)

 

[6] Istilah Mukholit dan Mujawir diambil dari Kitab Fathul Qorib,

[7] حاشية الباجوري ص ۳۲

)قوله عن الطاهر المجاور له) أي عن التغير بالطاهر المجاور للماء وهو ما يمكن فصله أو ما يتميز في رأي العين كدهن ولو مائعاً وعود سواء كانا مطيبين أو لا . والكلام في المجاور الذي لا يتحلل منه شيء وإلا فهو من المخالط

[8] فتح القريب المجيب ص ۴

كذا المتغير بمخالط لا يستغني الماء عنه، كطين وطُحْلَب وما في مقرِّه وممره، والمتغير بطول المكث، فإنه طهور.

[9] Ukuran ini merupakan hasil kalkulasi dari 603 (ukuran 1 ¼ hasta manusia normal)

فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين  ص ۴۳

والقلتان بالوزن: خمسمائة رطل بغدادي تقريبا وبالمساحة في المربع: ذراع وربع طولا وعرضا وعمقا بذراع اليد المعتدلة

{{ reviewsTotal }}{{ options.labels.singularReviewCountLabel }}
{{ reviewsTotal }}{{ options.labels.pluralReviewCountLabel }}
{{ options.labels.newReviewButton }}
{{ userData.canReview.message }}

Bagikan :

Artikel Lainnya

KAJIAN KITAB MATAN RIYADUL BADI’AH
MAJELIS KAJIAN KITAB KUNING KEBON JAMBU KITAB AT-THAHARAH Hari...
Yang Terkadang Luput
Rembulan malam ini terlihat sempurna. Besar, bulat, dan bersin...
Mengurai Benang Kusut Adab di Er...
Wajah Ganda Perilaku Manusia Bicara tentang manusia tidak akan...
Malam Penutup Musabaqoh Jambu ke...
Kemeriahan menyelimuti malam penutup Musabaqoh Jambu ke-33. Ac...
Pembukaan Pekan Musabaqah Ilmiah...
Pondok Kebon Jambu Al-Islamy kembali menggelar agenda tahunan ...
HASIL KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL S...
MUSHOHIH PERUMUS MODERATOR K. Ghufroni MasyuhadaK. Maksus Iska...

Hubungi kami di : +62859-1068-58669

Kirim email ke kamikebonjambu34@gmail.com

Download APP Kebon Jambu Coming Soon