Pondok Kebon Jambu Al-Islamy kembali menggelar agenda tahunan Pekan Musabaqah Ilmiah pada tahun 1447 H dengan mengusung tema besar Fastabiqul Khairat dalam bingkai Cakrawala Jambu ’33. Kegiatan ini mengangkat motto: “Menggapai Ilmu Seluas Cakrawala, Menorehkan Karya dengan Asa dan Cita.” Pekan Musabaqah ini menjadi ruang ekspresi, kompetisi, dan edukasi bagi santri sebagai bagian dari ikhtiar pondok dalam membangun pendidikan yang berlandaskan ilmu, adab, dan peradaban.
Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Ustad M. Farhan Jiddan selaku Ketua Panitia Pekan Musabaqah Ilmiah Cakrawala Jambu. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan makna filosofis dari pemilihan tema Cakrawala dan simbol elang.
Cakrawala dimaknai sebagai simbol kebebasan, yang merepresentasikan harapan agar santri memiliki ruang luas untuk berekspresi, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri selama Pekan Musabaqah berlangsung. Sementara itu, elang digambarkan sebagai burung yang perkasa dan berani terbang setinggi mungkin, tanpa rasa takut, menantang udara, dan menembus awan. Simbol ini menjadi harapan agar santri Kebon Jambu tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan berani dalam berekspresi.
Beliau menegaskan bahwa Pekan Musabaqah ini merupakan bentuk tasyakuran atas pendidikan, yaitu pendidikan yang menekankan nilai berilmu, beradab, dan berperadaban. Dalam konteks kompetisi, beliau mengingatkan pepatah bahwa lebih baik kalah dengan terhormat daripada menang dengan cara yang curang. Pekan Musabaqah ini bukanlah ajang liburan, melainkan pemindahan sarana pendidikan dan pengajian ke dalam bentuk kegiatan musabaqah. Di akhir sambutannya, beliau berharap agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan sukses dan lancar hingga penutupan.
Dilanjut dengan sambutan Ustad Rafi’ Darojatain sebagai Ketua Haflah Akhirussah. “Pelaksanaan acara di bulan Rajab memiliki dua makna penting. Pertama, sebagai momentum peringatan perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sekaligus awal diperintahkannya shalat. Kedua, sebagai aktualisasi nilai Fastabiqul Khairat, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Nilai ini tidak hanya berlaku bagi santri, tetapi juga para guru yang terus berkarya, sebagaimana keteladanan Ibu Nyai Masriyah Amva melalui karya-karya berupa buku dan puisi.” Ujarnya
Memasuki acara inti, dilaksanakannya opening seremonial yang ditandai dengan pertunjukan kreatif dari para santri. Pertunjukan ini menggambarkan fakultas-fakultas yang mereka masuki setelah lulus dari pondok, di antaranya fakultas sejarah, hukum, teknik, kedokteran, ilmu sosial, dan ilmu politik. Pertunjukan tersebut menegaskan bahwa santri mampu menjadi apa saja, meskipun mereka berasal dari lingkungan pesantren. Para santri juga menyampaikan komitmen untuk tetap mengabdi kepada pondok meskipun sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Simbol pembukaan Pekan Musabaqah Ilmiah secara resmi dilakukan oleh Dewan Pengasuh Pondok Kebon Jambu Al-Islamy, Nyai Hj. ‘Awanilah Amva. Beliau menjelaskan bahwa lafadz Fastabiqul Khairat menjadi simbol utama musabaqah ini, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 148 dan Surah Al-Maidah ayat 48. Secara universal, lafadz tersebut mengandung beberapa makna penting, yaitu keterkaitannya dengan peningkatan kualitas umur, sebagai antisipasi terhadap sikap spekulatif terhadap usia, serta sebagai manhaj (jalan) menuju husnul khatimah.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan ikrar juri, moderator, dan peserta Pekan Musabaqah Ilmiah Cakrawala Jambu, yang dipandu oleh KH Hasan Rohmat. Ikrar ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus amanah bagi seluruh pihak yang terlibat agar menjaga integritas, kejujuran, dan tanggung jawab selama musabaqah berlangsung.
Dengan selesainya rangkaian pembukaan Pekan Musabaqah Ilmiah Cakrawala Jambu ke-33 diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang bermakna, menumbuhkan semangat Fastabiqul Khairat, serta melahirkan santri yang berilmu, beradab, dan berperadaban.