5 Hikmah yang Didapat Ketika Menyantuni Anak Yatim

Islam memberi perhatian khusus terhadap anak yatim, terlebih Nabi Muhammad sendiri adalah seorang yatim, sehingga merasakan bagaimana getirnya menjadi anak tanpa seorang ayah. Berdasarkan pengalamannya, Nabi Muhammad Saw. memerintah umat agar menyantuni anak yatim karena kehidupan mereka tidak sama dengan kehidupan anak yang memiliki orang tua lengkap. Menyantuni anak yatim adalah perbuatan yang mulia, dan mereka yang memberikan sebagian hartanya untuk mengurus, mendidik dan menyekolahkan anak yatim merupakan orang yang telah memaknai Islam sebagai agama yang rahmah secara mendalam. Selain itu terdapat hikmah yang bisa kita dapatkan ketika mengurus anak yatim.

Pertama, telah menegakkan syiar agama

Dengan membantu anak yatim kita telah membantu menegakkan syiar agama. Syiar agama sendiri merupakan ajaran tentang sikap umat yang harus menyebar kebaikan untuk menciptakan Islam yang rahmatan lil alamin. Prinsip rahmatan lil alamin sendiri merupakan poros dari perilaku kemanusiaan, karenanya ketika seseorang menyantuni anak yatim, maka dia telah ikut andil dan berkontribusi dalam penegakkan syair agama. Sebab orang yang menelantarkan anak yatim ialah orang yang mendustakan agama, sebagaimana dalam QS. Al-Ma’un berikut:

أرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Ialah orang yang menghardik anak yatim.” (QS. Al-Ma’un [107]: 1-2).

Kedua, menjadikan hidup penuh berkah

Hidup berkah merupakan hidup yang telah memiliki kualitas terbaik, dalam artian telah cakap dalam mengatur rizki, memiliki sikap positif dalam menjalani kehidupan serta selalu berkehendak baik sehingga terus menolong sesama. Orang-orang yang menyantuni anak yatim tentunya telah mencapai derajat berkualitas tersebut sehingga hidupnya dipenuhi keberkahan. Sebab keberkahan adalah kebaikan-kebaikan yang membuat hidup senantiasa selalu mendapat balasan yang baik pula dari Allah Swt.

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu, dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Jikalau Allah menghendaki, niscaya dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Seshungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah [2]: 220).

Ketiga, hidup akan diselimuti kebaikan

Seseorang yang menyantuni anak yatim akan mendapati dirinya dan hidupnya selalu diselimuti kebaikan, baik dari lingkungan sekitar maupun yang kaitannya dengan Allah Swt. berupa derajat yang naik, pahala yang bertambah dan dosa yang diampuni.

Kebaikan yang senada pun bisa didapatkan berupa kebahagiaan ketika kita melihat anak yatim tersenyum, karenanya ada baiknya kita mengusap kepala anak yatim saat memberinya sesuatu dengan rasa yang tulus dan kasih sayang, niscaya hal tersebut dapat membuat mereka bahagia dan merasa memiliki harapan. Hal tersebut dapat mengasah sikap kepedulian kita serta rasa empati kita atas penderitaan hidup yang mereka alami.

Rasulullah Saw. bersabda terkait anjuran mengusap kepala anak yatim ini:

مَنْ مَسَحَ عَلَى رَأْسِ يَتِيْمٍ رَحْمَةً كَتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَةً وَ مَحَاعَنْهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ سَيِّئَةً وَرَفَعَ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً (رواه أبو الورقااء)

“Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim dengan kasih sayang, maka Allah mencatatnya pada setiap rambut yang dilewati tangannya satu kebaikan, menghapus setiap rambut satu kejelekan dan mengangkatnya dengan setiap rambut satu derajat.” (HR. Abu Waraqo’).

Keempat, berupa harapan yang mudah terkabul

Orang yang memudahkan kehidupan orang lain, terlebih seorang yatim, maka Allah pun akan memudahkan setiap urusan orang tersebut. Ketulusan dan keikhlasan kita dalam membantu anak yatim akan mendatangkan berbagai kebaikan yang tidak disangka-sangka, yang tentunya telah diatur oleh Allah Swt. sebagai balasan yang dilipatgandakan atas kebaikan kita terhadap anak yatim. Selain itu, setiap amal yang dilandasi dengan keikhlasan menjadi kunci dari terkabulnya doa-doa. Sebab ketika kita terus berbuat kebaikan disertai keyakinan akan kehendak baik dari Allah, maka Allah pun akan selalu membuka jalan selapang-lapangnya untuk kehidupan kita.

أَتُحِبُّ اَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ وَ تُدْرِكَ حَاجَتَكَ اِرْحَمْ الْيَتِيْمَ وَامْسَحْ رَأْسَهُ وَ أَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامَكَ يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتَكَ (رواه الطبراني)

“Apakah kamu senang jika hatinya menjadi luluh dan kebutuhanmu tercapai? Kasihanilah anak yatim, usap kepalanya dan berilah makan dari makananmu, maka luluh hatimu dan kebutuhanmu tercapai.” (HR. Imam Thobari).

Terakhir, masuk surga bersama Nabi

Nabi Muhammad berjanji kepada orang-orang yang menanggung beban hidup anak yatim, bahwa di akhirat kelak dia akan masuk surga bersama Nabi. Hal tersebut tentunya merupakan anugerah yang sangat besar mengingat Nabi Saw. adalah sosok yang berbudi luhur, mulia dan tidak ada Nabi lain yang bahkan Allah pun bershalawat kepadanya.

Itulah kedahsyatan balasan bagi orang-orang yang menyantuni anak yatim, karena orang tersebut tidak hanya menyelesaikan masalah duniawi, melainkan juga menyelesaikan kebutuhan ukhrawi, sehingga NabiSaw. memberi penghargaan kepada orang tersebut dengan mengiringinya ketika masuk surga nanti.

كَافِلُ الْيَتِيْمِ لَهُ اَوْلِغَيْرِهِ اَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِى الْجَنَّةِ, وَاَشَارَ الرَّاوِيْ وَهُوَ مَالِكٌ بْنُ اَنَسٍ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى (رواه مسلم)

“Orang yang menanggung anak yatim baginya atau bagi lainnya, saya dan dia seperti dua hal ini di surga. Imam Malik bin Anas meriwayatkan hadis ini membeikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Muslim).

{{ reviewsTotal }} Review
{{ reviewsTotal }} Reviews
{{ options.labels.newReviewButton }}
{{ userData.canReview.message }}

Bagikan :

Artikel Lainnya

Pentingnya Menjaga Kesehatan Men...
Dinamika pendidikan  santri dalam pesantren tidak hanya b...
Saya Sudah Banyak Tirakat Tapi K...
Ada saja santri yang ketika diberikan ijazah tirakat oleh guru...
Keutamaan dan Peristiwa di Hari ...
Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam...
Kekuatan Berdoa di Jalur Langit ...
Bagi mereka yang meyakini dahsyatnya kekuatan jalur langit yak...
Aktualisasi Makna Keluarga Sakin...
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa tanggal 29 Juni yang jatu...
Menjadi Ayah yang Open Minded Se...
Saat kau melihat adikmu menangis, sebagai kakak terkadang kau ...

Hubungi kami di : +62851-5934-8922

Kirim email ke kamikebonjambu34@gmail.com

Download APP Kebon Jambu Coming Soon