Berkenalan dengan Istilah Kepribadiandari Sudut Pandang Psikologi

Mungkin pernah dari kita atau bahkan aku bilang ke orang lain kaya gini:

“Si itu mah orangnya pemalu!”

“Kamu pemarah ya?”

“Si A mah introvert, gak suka gaul!”

“Kamu mah gak bisa diem, berisik!”

Tapi tahu tidak, bahwa ucapan-ucapan seperti itu terkadang membuat kita nge-judge orang lain secara sepihak dan mungkin bisa menyakiti perasaan orang lain. Terkadang, kita juga suka membanding-bandingkan kepribadian orang lain, kemudian menganggap kepribadian ini lebih baik dari pada kepribadian itu. Biasanya, orang pendiam sering kali dianggap memiliki kepribadian yang buruk dan anti-sosial. Padahal sebenarnya tidak.

Kepribadian itu apa sih?

Kepribadian menurut Allport adalah organisasi seluruh sistem yang ada di tubuh (otak, panca indera, emosi, dll) yang sifatnya berubah-ubah (dinamis), bisa menjadi ciri khas bahwa seseorang itu unik dan digunakan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan (adaptasi).

Sederhananya, kepribadian itu merupakan apa yang sering atau selalu ada pada diri kita. Ada orang yang selalu mengerjakan tugas, rajin bekerja, giat, bisa jadi orang itu punya kepribadian yang tekun.

Banyak tokoh-tokoh Psikologi yang meneliti tentang kepribadian, sehingga saat ini banyak jenis-jenis kepribadian yang diketahui secara luas. Misalnya, ekstrovert-introvert, teori kepribadian ‘Big Five’ yang disingkat jadi OCEAN, dan masih banyak lagi. Hal ini juga berdampak pada variasi tes kepribadian yang berbeda-beda sesuai dengan tokohnya masing-masing. Ada tes MBTI, tes Big Five, Weschler, dan masih banyak lagi.

Tidak ada yang lebih baik, tidak ada yang lebih buruk, kita cuma beda (cara) aja!

Kadang, ekstrovert dan introvert suka dibandingkan mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk. Ekstrovert dinilai lebih baik, introvert sebaliknya. Kadang orang berkata, “Kamu mah introvert, anti-sosial, masa depannya suram!” Padahal, ekstrovert dan introvert itu hanya sebuah kecenderungan yang tidak akan berpengaruh pada kesuksesan seseorang.

Setiap orang, sebenarnya punya sisi ekstrovert dan introvert. Dua-duanya ada. Hanya saja setiap orang tampil dengan kepribadian yang paling dominan dari keduanya. Kedua kepribadian ini hanya berbeda pada cara atau tujuannya saja. Ekstrovert orientasinya orang lain (ke luar), sedangkan introvert orientasinya diri sendiri (ke dalam).

Ekstrovert biasanya lebih memunculkan dirinya dihadapan orang lain. Suka berbicara, suka tampil di depan umum, suka keramaian, dan sebagainya. Tapi, kadangkala orang yang dominan ekstrovert, sisi introvertnya juga muncul. Misal ketika dia sedang lelah, terkadang menepi sejenak dan butuh waktu untuk sendiri. Tidak apa-apa, setiap orang berhak kok untuk itu.

Introvert, bukanlah sesuatu hal yang buruk atau jelek. Jadi buat kamu yang tahu ini, stop untuk men-judge bahwa orang introvert ini tidak lebih baik dari yang lainnya. Introvert itu cenderungnya ke diri sendiri, suka ketenangan, kedamaian, ke-kalem-an. Dan tahu tidak?, banyak orang-orang ekstrovert yang menginginkan hal ini karena memang sulit mendapatkannya. Tapi, saat dibutuhkan untuk menjadi pemimpin, tampil di depan umum, orang introvert bisa kok untuk memenuhi kebutuhan itu. Balik lagi ke fungsi kepribadian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Dari sini dapat disimpulkan, mau kamu ceria, mau kamu pendiam, tak ada yang lebih baik atau buruk kok, kita cuma beda (cara) aja untuk menikmati diri kita masing-masing.

Yang salah yang bagaimana? yang salah adalah yang tidak bisa menghargai dirinya dan orang lain, juga tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan melangar norma atau aturan.

Bukannya Islam juga mengajarkan seperti itu? Semua manusia kedudukannya sama di mata Allah, hanya saja yang membedakan mereka adalah ketaqwaan. Masya Allah.

Kenapa penting untuk mengetahui kepribadian kita?

Mengetahui kepribadian diri sendiri penting agar kita dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak terlepas dari orang lain. Maka dari itu, manusia harus bersikap atau berperilaku menyesuaikan dengan lingkungannya. Jika tidak, maka manusia itu akan dianggap tidak normal dan aneh.

Selain itu, mengetahui kepribadian diri sendiri juga dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap diri sendiri. Tanpa sadar, sebetulnya kita selalu menyakiti diri sendiri. Dengan mengetahui kepribadian kita ini seperti apa, kita jadi lebih tahu “oh aku orangnya kayak gini…”, hal itu dapat mempermudah kita melakukan apa saja yang sesuai dengan diri kita dan berdamai dengan diri sendiri sehingga mengurangi proses menyakiti diri sendiri. Kita juga bisa lebih bahagia dan menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Jika sudah begitu, maka akan memudahkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena sebagai manusia, fitrah kita adalah menjadi hamba-Nya, serta taat menjalankan ibadah kepada Allah (habl min Allah). Wal hasil, mengenali diri sendiri dapat menjadi jalan untuk mengenali Tuhan.

Terakhir, mengetahui kepribadian diri sendiri juga dapat membantu kita untuk menghargai orang lain. Selain habl min Allah, sebagai muslim kita juga harus menjaga habl min an-naas. Dengan mengetahui kepribadian, kita jadi lebih bisa bersikap kepada orang lain tanpa menyakiti perasaannya, tanpa menyinggungnya dan tidak men-judge orang lain. Karena belum tentu apa yang orang lain tampilkan adalah ia yang sebenarnya. Dengan saling mengetahui dan memahami kepribadian, kita bisa saling menghargai dan peka. Duh, damai ya kalau kita hidup seperti itu. Bukankah Islam juga mengajarkan kedamaian?

{{ reviewsTotal }} Review
{{ reviewsTotal }} Reviews
{{ options.labels.newReviewButton }}
{{ userData.canReview.message }}

Bagikan :

Artikel Lainnya

Pentingnya Menjaga Kesehatan Men...
Dinamika pendidikan  santri dalam pesantren tidak hanya b...
Saya Sudah Banyak Tirakat Tapi K...
Ada saja santri yang ketika diberikan ijazah tirakat oleh guru...
Keutamaan dan Peristiwa di Hari ...
Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam...
Kekuatan Berdoa di Jalur Langit ...
Bagi mereka yang meyakini dahsyatnya kekuatan jalur langit yak...
Aktualisasi Makna Keluarga Sakin...
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa tanggal 29 Juni yang jatu...
Menjadi Ayah yang Open Minded Se...
Saat kau melihat adikmu menangis, sebagai kakak terkadang kau ...

Hubungi kami di : +62851-5934-8922

Kirim email ke kamikebonjambu34@gmail.com

Download APP Kebon Jambu Coming Soon