Gegap-Gempita Semesta Menyambut Sang Baginda

Memasuki bulan Rabi’ul Awal atau bulan Maulud semua umat Islam bersuka cita dalam turut serta menyambut bulan kelahiran Sang Baginda Nabi Muhammad SAW. Semuanya berlomba-lomba membuat momen perayaannya dengan meriah, hal tersebut merupakan wujud rasa syukur dan juga kebahagiaan.

Perayaan maulid Nabi ini telah berkembang pesat di kalangan umat Islam. Setiap tahunnya selalu ada warna-warni baru dalam penyuguhannya. Mengutip laman baznas.go.id, Ahmad Tsauri dalam buku ”Sejarah Maulid Nabi” menurutnya perayaan maulid Nabi SAW sudah dilakukan oleh orang Islam sejak tahun kedua Hijriah. Catatan tersebut merujuk pada kitab “Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa” karangan Imam Nuruddin.

Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW biasa ditandai dengan dilangsungkannya “Marhaban” yaitu pembacaan syair-syair yang berisi peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW. Syair-syair yang sering digunakan biasanya adalah kitab Maulid al-Barzanji, Maulid ad-Diba’i serta Maulid Simtudhruror.

Selain itu perayaan maulid Nabi juga biasa ditandai dengan berbagi makanan dan rizki lainnya bersama dengan anak-anak yatim, orang tua, serta  orang-orang yang kurang mampu. Hal itu sebagai salah satu wujud implementasi sikap Nabi Muhammad SAW yang sangat penyayang kepada siapapun terutama kepada orang-orang yang telah disebutkan di atas.

Tak hanya itu, momen perayaan maulid Nabi Muhammad SAW juga lebih banyak lagi variasinya. Sesuai dengan adat dan budaya dari setiap daerah. Meski demikian, tujuan dari semua itu tetap satu yaitu dalam rangka wujud syukur atas kelahiran manusia mulia ke dunia.

baca juga :

KEIMANAN SOSOK SAYYID ABDUL MUTHOLLIB

Ragam Cara Peringati Maulid Nabi Muhammad di Indonesia

Peristiwa mulia tersebut telah terjadi pada tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah. Di mana momen detik-detik kelahirannya terekam jelas dalam kitab Maulid al-Barzanji karya Sayyid Zainal ‘Abidin Ja’far bin Hasan bin ‘Abdul Karim al-Husaini asy-Syahruzi al-Barzanji.

Dalam hal ini, mari kita lihat bersama momen kelahiran manusia mulia yang merupakan kekasih Sang Maha Mulia, serta pelita bagi alam semesta yaitu Nabi Muhammad SAW yang terekam dalam syair al-Barzanji berikut ini :

ومحيا كالشمس منك مضيء أسفرت عنه ليلة غراء

ليلة المولد الذي كان للدين سرور بيومه وازدهاء

مولد كان منه في طالع الكفر وبال عليهم ووباء

يوم نالت بوضعه إبنت وهب من فخار ما لم تنله النساء

وأتت قومها بأفضل مما حملت قبل مريم العذراء

وتوالت بشرى الهواتف أن قد ولد المصطفى وحق الهناء

(1) Parasmu wahai bayi agung, tak ubahnya mentari, bersinar menerangi malam nan pekat-gulita.

(2) Malam kelahirannya menjadi hari kebahagiaan dan kemegahan bagi agama.

(3) Pada hari di mana Aminah putri Wahab itu memperoleh karunia agung yang tak akan pernah diperoleh oleh perempuan manapun.

(4) Ia datang membawakan bayi bagi kaumnya, bayi yang jauh lebih baik dari bayi yang sebelumnya dikandung oleh Maryam, perawan nan suci itu.

(5) Kelahirannya menjadi petaka dan prahara bagi segala bentuk kekafiran.

(6) Suara-suara ghaib tiada henti mengabarkan bahwa manusia agung pilihan Tuhan itu telah lahir. Suka-ria pun nyata adanya. (Dikutip dari terjemah Nail as-Syafa’ah oleh K. Mumu Muhyiddin)

Nur Muhammad itu telah lebih dulu ada sebelum alam semesta ini dicipta. Oleh karena itu, tidak heran jika pada saat kedatangan Nur Muhammad ke alam semesta ini berhasil menggetarkan seisi jagat raya. Mereka yang beriman akan hanyut dalam kebahagiaan, namun mereka yang ingkar akan luruh terbakar.

Sungguh mengagumkan! Sungguh menyilaukan! Sungguh luar biasa keagungan Nabi Muhammad SAW. Semoga di momentum peringatan maulid Nabi ini kita semua mendapatkan berkah serta syafa’at kelak akan dipertemukan dengan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Gegap gempita semesta dalam menyambut kelahiran sang Baginda Nabi Muhammad SAW semoga dapat menerangi gulitanya hati kita atas segala dosa dan segala keputus-asahan.

{{ reviewsTotal }} Review
{{ reviewsTotal }} Reviews
{{ options.labels.newReviewButton }}
{{ userData.canReview.message }}

Bagikan :

Artikel Lainnya

Mengenal Pendidikan Diniyah Form...
Kemarin (20/07), di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy baru saja dib...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Men...
Dinamika pendidikan  santri dalam pesantren tidak hanya b...
Saya Sudah Banyak Tirakat Tapi K...
Ada saja santri yang ketika diberikan ijazah tirakat oleh guru...
Keutamaan dan Peristiwa di Hari ...
Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam...
Kekuatan Berdoa di Jalur Langit ...
Bagi mereka yang meyakini dahsyatnya kekuatan jalur langit yak...
Aktualisasi Makna Keluarga Sakin...
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa tanggal 29 Juni yang jatu...

Hubungi kami di : +62851-5934-8922

Kirim email ke kamikebonjambu34@gmail.com

Download APP Kebon Jambu Coming Soon