NGAJI NAHWU;FILOSOFI MUBTADA-KHOBAR

Nahwu-Shorof merupakan jantung utama dalam disiplin ilmu tata Bahasa Arab atau gramatikal Arab. Di Pesantren, mempelajari Nahwu-Shorof merupakan keharusan karena dengannya memaknai kitab kuning atau memaknai Bahasa Arab menjadi lebih mudah.

            Pondok Kebon Jambu Al-Islamy termasuk pesantren yang menerapkan pelajaran Nahwu-Shorof dengan pegangan kitab Jurumiyah hingga Alfiyyah Ibnu Malik sebagai kurikulum tetap dari tingkat 1 sampai tingkat 6 hingga kelas Ma’had Aly.

            Para santri Pondok Kebon Jambu Al-Islamy tidak akan asing dengan sosok Kiai yang pandai dan cakap dalam bidang Nahwu-Shorof. Mereka menyebut beliau dengan panggilan Pak Mumu, bernama asli Kiai Muhyiddin. Semua santri tentunya akan atau pernah bertemu Pak Mumu dalam kelas yang mengampu ilmu Nahwu, baik putra maupun putri.

Di pondok putri, penulis mengikuti pengajian Nahwu bersama beliau dengan kitab Alfiyah Ibnu Malik yang sudah diterjemahkan sendiri oleh beliau, berisi nadzhaman dengan syair yang diterjemah ke dalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan pemahaman para pembaca disertai penjelasan yang cukup rinci. Pengajian ini diwajibkan kepada seluruh Mahasantri Ma’had Aly Putri dan berlangsung pada pukul 08.00-10.00 pagi.

baca juga :

PELET SANTRIWATI

DI MANA HILANGNYA BENDERA USANG DESA KAMI?

Suatu ketika, saat mengaji Alfiyah Ibnu Malik sudah sampai pada bab mubtada-khobar, Pak Mumu menjelaskan dengan cakap mengenai kaidah dan aturan mubtada-khobar ini. Beliau juga terkadang menyelanya dengan filosofis kaidah bab yang dipelajari, dalam hal ini akan dibahas filosofis mubtada-khobar. Akan ada perbedaan dari penjelasan yang Pak Mumu sampaikan dengan rangkaian tulisan ini, yang penulis paparkan berdasarkan pemahaman penulis namun tidak sampai merubah maksudnya, disertai tambahan sebagai motivasi bagi para santri.

Mubtada sendiri merupakan kalimat isim yang dibaca rofa, dan dirofakan oleh amil maknawi ibtida. Ketika ada mubtada, pasti ada khobar, yang juga dibaca rofa’, dirofa’kan oleh mubtada.

Filosofis yang dapat kita ambil dari mubtada ini adalah bahwa amil maknawi ibtida, yang tidak tampak itu ialah kehendak kebaikan, kehendak kebaikan merupakan kehendak yang memiliki makna positif sebab dia menjadi dasar dari sebuah sikap ihsan. Kehendak kebaikan sifatnya batin sehingga tidak terlihat mata. Namun dari kehendak kebaikan itu lahirlah tindakan, yakni mubtada yang dengannya akan menjadikan orang diangkat derajatnya; dibaca rofa’. Rofa artinya naik atau diangkat, dengan ciri dhamah. Dhamah adalah harakat yang bisa dibilang paling unggul dari harakat lainnya.

Ketika kehendak kebaikan itu (‘amil maknawi ibtida), telah terlaksana (Mubtada) dan berpotensi meningkatkan kebaikan terhadap diri seseorang (Rofa’) kelak kebaikan semacam itu akan menyebar dan memotivasi segala hal di luar dirinya atau orang lain (Khobar yang juga dibaca rofa’).

Karenanya, setiap santri harus termotivasi dengan filosofis kaidah mubtada-khobar ini. Setiap santri -dalam kesehariannya- dengan hidup prihatin tetap dididik untuk memiliki kehendak kebaikan dalam dirinya, entah itu sabar dalam memahami ilmu, sabar terhadap teman, ujian mondok, maupun yang lainnya seperti berbuat amar ma’ruf nahi munkar dengan membantu teman, bersama-sama saling support dalam menjalani aktivitas, mencari ilmu, atau berbagi terhadap sesama.

Perbuatan tersebut kelak akan melahirkan kebaikan-kebaikan lain, dalam artian, kebaikan pasti menular. Bertambahnya kebaikan itu, dalam bahasa pesantren dan yang sering didengar santri adalah istilah barokah.[]

{{ reviewsTotal }} Review
{{ reviewsTotal }} Reviews
{{ options.labels.newReviewButton }}
{{ userData.canReview.message }}

Bagikan :

Artikel Lainnya

Mengenal Pendidikan Diniyah Form...
Kemarin (20/07), di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy baru saja dib...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Men...
Dinamika pendidikan  santri dalam pesantren tidak hanya b...
Saya Sudah Banyak Tirakat Tapi K...
Ada saja santri yang ketika diberikan ijazah tirakat oleh guru...
Keutamaan dan Peristiwa di Hari ...
Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam...
Kekuatan Berdoa di Jalur Langit ...
Bagi mereka yang meyakini dahsyatnya kekuatan jalur langit yak...
Aktualisasi Makna Keluarga Sakin...
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa tanggal 29 Juni yang jatu...

Hubungi kami di : +62851-5934-8922

Kirim email ke kamikebonjambu34@gmail.com

Download APP Kebon Jambu Coming Soon